AKU RINDU KELAS KU
Hampir sekian lama sudah sekolah yang diliburkan,sejak
libur di bulan maret 2020 membuat anak-anak, guru hingga orang tua gelisah
karena sangat merindukan sekolah, keseharian di sekolah yang sudah menjadi
kativitas mereka setiap harinya. Sejak tanggal 18 Maret 2020 semua kegiatan
pembelajaran khususnya di Tanah Bumbu dilakukan dengan sistem online (belajar
dari rumah). Hal ini sesuai dengan surat edaran dari gubernur Kalimantan
selatan yang berhubungan dengan peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran
virus corona yang saat itu telah mewabah.
Seyogyanya kemarin di awal ajaran 2021 kemaren anak-anak
sudah masuk sekolah, namun diperpanjang karena kondisi yang belum memungkinkan.
Secara otomatis hal tersebut menambah kerinduan para tenaga pendidik dan
anak-anak untuk kembali ke bangku sekolah karena adanya penundaan masa libur
ditambah dengan adanya PPKM. Rasa rindu harus ditahan lagi, memang terasa berat
namun itu menjadi solusi terbaik sampai waktu yang dirasa sudah aman.
Bagaimana kabar sekolah hari ini? Itu adalah Pertanyaan
yang sering muncul dan terdengar dari keluhan anak-anak yang merasa kurang
nyaman belajar dengan sistem daring ini, karena ketidakpuasan mereka belajar
dan keriangan masa sekolah. Mereka merindukan suasana sekolah, mengerjakan
tugas di kelas, berinteraksi bersama guru dan teman-temannya pada saat
istirahat menjadi hal yang sangat berkesan dan dirindukan saat ini.
Mungkin pada awalnya, ketika anak-anak mendengar
pengumuman belajar di rumah mereka merasa riang gembira, merasa ada kebebasan.
Namun setelah sistem ini berjalan hingga 17 bulan lamanya dan mereka lalui, ternyata
anak-anak mulai jenuh dan merindukan kegiatan belajar di kelas, canda tawa
bersama teman-teman dan guru, pergi makan di kantin dan masih banyak kegiatan
lain di sekolah yang mereka rindukan.
Virus corona ini telah mengubah tatanan kehidupan
bermasyarakat, mendatangkan segala sesuatu menjadi berbeda bagi seluruh lapisan
masyarakat, terutama dalam lingkungan pendidikan. Itu artinya pendidikan dengan
sistem pembelajaran di dalam bangunan dan segudang tugas yang ada didalamnya
masih menjadi primadona bagi anak-anak dan masyarakat dan jauh lebih baik
daripada sistem pendidikan yang dilaksanakan secara daring dengan berbagai
macam persoalan yang timbul.
Sistem pembelajaran online di rumah selama tujuh belas
bulan ini menghadirkan stigma positif akan pentingnya pendidikan di sekolah dan
peran guru. Betapa pentingnya keberadaan seorang guru bagi siswa, betapa
pentingnya guru dimata orangtua dan masyarakat. Hal ini menjadi sebuah bentuk
refleksi diri bagi para anak-anak, orang tua, guru serta masyarakat setelah
sederet masalah yang dialami dan melanda dunia pendidikan setelah terjadinya
pandemik virus corona.
Dari peristiwa yang sudah terjadi ada sisi positif yang dapat
disimpulkan, bahwa dengan mereka merasakan aktivitas anak-anak yang dilakukan
pembelajaran dari rumah akan lebih rajin belajar terutama di sekilah setelah
musibah yang melanda negeri ini. Adanya virus corona ini memberikan banyak
pelajaran kepada anak-anak dan orang tua, bahwa peran guru sangat penting dan
memberikan efek langsung kepada siswa jika pelajaran diberikan langsung di
dalam kelas terutama dalam segi membangun pendidikan karakter anak,
kedisiplinan anak dan akhlak.
Dengan adanya pembelajaran di sekolah anak –anak akan
merasa lebih dihargai atas kemampuan dan kecerdasan yang dimilikinya. Tentunya
hal ini tidak akan di sia-siakan lagi, namun akan menjadi pemicu semangat untuk
lebih giat belajar. Tidak hanya itu saja, seorang guru juga akan lebih semangat
dalam menyampaikan materi kepada siswa. Karena dengan adanya interaksi di kelas
akan terjalin komunikasi yang baik sehingga menimbulkan pembelajaran yang
menyenangkan.
Sosialisasi dan komunikasi
antar individu juga akan terjalin lebih menjadi lebih baik. Karena anak-anak,
guru, orang tua dan masyarakat luas semakin menyadari akan pentingnya
bersekolah. Arti turun kesekolah akan semakin dimengerti bahwa sekolah
merupakan wadah yang sangat dinanti pada masa pandemik ini, Dimana pendidikan
sekolah sebagai salah satu kenikmatan yang memberikan nuansa dan semangat baru
bagi anak-anak. Itulah akhirnya jawaban yang ditemukan bahwa pada saat ini
anak- anak sangat merindukan belajar di sekolah, merindukan bangku di kelas nya
dan bergaul bersama teman-temannya.










0 Response to " "
Posting Komentar