Lokakarya 3

 Laporan Kegiatan Lokakarya 3 CGP  Angkataan 9


Batulicin, (18/11/2023) - Lokakarya ini diikuti oleh 35 guru penggerak dari berbagai sekolah di Kabupaten Tanah Bumbu.


Lokakarya 3 PGP kali ini mengusung tema "Peran Pemimpin dalam Pembelajaran". Dalam lokakarya ini, peserta mengikuti simulasi pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosional yang dipandu oleh pengajar praktik.

Dalam simulasi pembelajaran berdiferensiasi, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diminta untuk mengembangkan rencana pembelajaran berdiferensiasi untuk sebuah tema tertentu.

Sementara itu, dalam simulasi pembelajaran sosial dan emosional, peserta diminta untuk melakukan kegiatan yang dapat mengembangkan kompetensi sosial dan emosional siswa.

Peserta lokakarya mengaku sangat senang dan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Mereka berharap dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosional di sekolah masing-masing.

A. Produk yang dihasilkan

●  Hasil refleksi dari simulasi dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi.

●  Hasil refleksi dari Praktik mindfulness dan integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam praktik       mengajar.

● Strategi berbagi pengalaman belajar dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.

B. Tujuan Belajar

1. Calon Guru Penggerak mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka tentang pembelajaran berdiferensiasi.

2.  Calon Guru Penggerak mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka mengenai mindfulness dan integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam praktik mengajar,

3.  Calon Guru Penggerak merencanakan strategi berbagi dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.

C.  Indikator Keberhasilan

1. Calon Guru Penggerak yakin bahwa pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional memungkinkan guru untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran,

2. Calon Guru Penggerak menghasilkan strategi penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.

D.  Agenda

1) Pembukaan

2) Simulasi pembelajaran berdiferensiasi

3) Praktik berkesadaran penuh (mindfulness)

4) Praktik integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam rencana pembelajaran

5) Membuat rencana berbagi pengalaman belajar konsep pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi 

6) Penutup.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Aksi Nyata Pemulihan Pembelajaran Melalui Penguatan Literasi

Aksi Nyata Pemulihan Pembelajaran 

Melalui Penguatan Literasi

 


Kegiatan literasi pada fase pembelajaran bertujuan mengembangkan kemampuan memahami teks dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi teks buku pengayaan dan buku pelajaran.

Aksi nyata ini adalah tindak lanjut kegiatan bimtek Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran Jenjang SD
Melalui Penguatan Literasi Membaca Nyaring.

Pra Desiminasi dan desiminasi Internal Sosialisasi hasil pelatihan kepada guru tentang literasi

Literasi adalah kemampuan mengenali, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengkompulasi dan berkomunikasi menggunakan simbol, suditorial, dan digital mengenai topik lintas dispilin ilmu. Literasi dapat dilakukan dengan menggunakan media multimodal.

Kegiatan di awali dengan pemberian pemahaman tentang Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) yang sudah terbentuk sebelumnya di sekolah. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi hasil dari Bimtek Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran Angkatan 3 yang dilaksanakan pada tanggal 20 - 23 Oktober 2023 bertempat di Hotel Aston Banua Kab. Banjar. Kemudian mengajak siswa untuk melakukan kegiatan membaca nyaring yang di bacakan oleh guru. Hal ini bertujuan untuk mendorong dan memotivasi siswa minat membaca dan sebagai strategi yang bisa dilakukan untuk mengiatkan literasi di sekolah kami.

Berikut hasil Aksi nyata yang dilakukan kami tuangkan dalam link video di bawah ini :



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

2.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.2. Pembelajaran Sosial dan Emosional




Pertanyaan Pemantik untuk Sesi Pembelajaran 6:

  • Apa kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap sebagai pemimpin pembelajaran setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional?
  • Apa kaitan pembelajaran sosial dan emosional yang telah anda pelajari dengan modul-modul sebelumnya?
Selamat datang kembali Bapak/Ibu CGP dalam rangkaian sesi ke-7 Pembelajaran Sosial dan Emosional.

Pada fase sebelumnya, Anda telah melakukan proses elaborasi pemahaman untuk mengembangkan praktik pembelajaran sosial dan emosional yang lebih solid. Kali ini, Anda diajak untuk merumuskan kesimpulan dari proses pembelajaran yang sudah Anda jalani dalam modul ini dengan tetap mengkaitkan dengan modul-modul sebelumnya.

Silakan jawab pertanyaan di bawah ini dengan menyelami pengalaman dan  pemahaman Anda hingga tahap ini.

  1. Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa …… sehingga….. Setelah mempelajari modul ini, ternyata ………….
  2. Berkaitan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being),  3 hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah:
  3. Berkaitan dengan no 2, perubahan yang akan saya terapkan di  kelas dan sekolah:
        a. bagi murid-murid :
        b. bagi rekan sejawat :

Tugas Koneksi Antar Materi dapat di lihat di video berikut :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Aksi Nyata Modul 1.4: Budaya Positif

Kamis, Oktober 26, 2023 

 


A. Latarbelakang

Perkembangan zaman dan teknologi membawa dampak yang memprihatinkan terhadap fenomena krisis karakter. Dalam era teknologi ini, akses mudah terhadap tren budaya luar seringkali membuat para murid terpengaruh tanpa adanya pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai budaya kita sendiri.

Budaya positif di sekolah memiliki peranan penting dalam membentuk karakter murid. Nilai-nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang berpihak pada perkembangan pribadi yang kritis, hormat, dan bertanggung jawab merupakan inti dari budaya positif ini.

Sebagai institusi pembentukan karakter, sekolah memiliki peluang besar untuk membangun budaya positif tersebut. Peran guru sebagai pendidik menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi murid. Dalam filosofi Ki Hajar Dewantara, pembelajaran di sekolah haruslah mampu memberikan kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi murid melalui konsep merdeka belajar.

Budaya positif harus kita ajarkan kepada siswa sejak dini, karena budaya positif dapat berfungsi sebagai indentitas dan filter mereka dalam menghadapi zaman sekarang yang identik dengan zaman teknologi. Budaya positif dapat dilakukan dengan cara melakukan hal-hal yang bersifat positif, berpikiran positif, berhati positif dan bersikap positif.

Salah satu cara efektif untuk membangun budaya positif di sekolah adalah dengan membentuk keyakinan kelas dan menerapkan segitiga restitusi. Dengan keterlibatan aktif guru dan murid dalam merumuskan keyakinan kelas, semua pihak akan berkomitmen untuk menjalankannya sebagai langkah awal dalam menciptakan budaya positif di sekolah. Selain itu, penerapan segitiga restitusi dapat membimbing murid untuk berdisiplin positif dan menjadi murid yang merdeka dalam belajar.

Dengan demikian, membangun budaya positif di sekolah menjadi suatu tantangan yang penting dalam menghadapi fenomena krisis karakter yang dihadapi oleh generasi muda saat ini. Dalam upaya ini, peran dan komitmen aktif dari guru, murid, serta seluruh komunitas sekolah akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan pembentukan karakter yang kokoh dan berkualitas.


B. Tujuan

  1. Membangun budaya positif dengan menginternalisasi nilai-nilai kebajikan, keyakinan, dan kesepakatan kelas yang telah disepakati.
  2. Memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam proses pembelajaran.
  3. Memahami peran dan tanggung jawab sebagai pendidik dalam mengendalikan situasi kelas.
  4. Memahami prinsip-prinsip dasar kebutuhan manusia.
  5. Penerapan segitiga restitusi sebagai metode pengelolaan disiplin yang efektif.
  6. Memotivasi murid secara intrinsik untuk belajar dan berprestasi.
  7. Menerapkan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada murid.
  8. Menanamkan nilai-nilai budi pekerti yang baik, seperti tanggung jawab, disiplin, dan komitmen.
  9. Mengajarkan murid untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi.

C. Linimasa Tindakan

  1. Mengajukan permohonan izin kepada Kepala Sekolah untuk melakukan sosialisasi.
  2. Melakukan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah terkait budaya positif, kesepakatan kelas, dan Profil Pelajar Pancasila.
  3. Menjelaskan secara komprehensif pengertian dan manfaat dari kesepakatan kelas.
  4. Kolaborasi antara guru dan peserta didik dalam merumuskan kesepakatan (keyakinan) kelas.
  5. Menumbuhkan dan menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila secara berkesinambungan.
  6. Menginternalisasikan kesepakatan kelas agar menjadi sebuah pembiasaan positif dan diterapkan dalam aksi nyata di kelas maupun lingkungan sekolah.
  7. Melaksanakan pemasangan keyakinan kelas untuk memperkuat implementasi nilai-nilai yang telah disepakati.
  8. Menerapkan segitiga restitusi sebagai mekanisme pembelajaran dan penyelesaian masalah.
  9. Mengimplementasikan keyakinan dan restitusi secara berkelanjutan dan konsisten untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan karakter peserta didik.

D. Deskripsi Aksi Nyata

Diseminasi Budaya Positif menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan mendukung perkembangan siswa secara holistik. Untuk merealisasikan aksi nyata ini, CGP SDN Juku Eja telah menyusun rencana Diseminasi Budaya Positif yang dirancang dengan matang.

Pada hari Kamis, 26 Oktober 2023, kegiatan Diseminasi Budaya Positif telah dilaksanakan dengan sukses. Persiapan yang matang dilakukan untuk menyusun materi presentasi dalam bentuk power point, mengirimkan undangan kepada para peserta, menyusun daftar hadir, dan berkoordinasi dengan berbagai tim yang terlibat dalam acara ini. Semua upaya tersebut dilakukan demi memastikan diseminasi berjalan dengan lancar dan efektif.

Acara disambut dengan antusias oleh para peserta, terutama oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan ini dan menyambut baik upaya kolaborasi dalam membangun budaya positif di lingkungan sekolah. Diseminasi Budaya Positif dianggap sebagai kesempatan berharga untuk berbagi praktik baik, sehingga diharapkan dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru bagi para peserta.

Materi seminar yang disampaikan sangat mendalam dan informatif. Para peserta tampak begitu tertarik dalam menyimak setiap penjelasan dan contoh aplikatif yang diberikan. Hal ini menunjukkan tingginya animo dan keinginan para peserta untuk menerapkan budaya positif di sekolah mereka.

Melalui Diseminasi Budaya Positif ini, kami berharap bahwa kebaikan dan manfaat yang kami bagikan dapat menginspirasi guru menyambut perubahan dan menjadikan budaya positif sebagai bagian integral dari identitas sekolah. Dukungan dari kepala sekolah dan seluruh staf pengajar memberikan dorongan besar dalam mewujudkan tujuan ini. Sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, bermakna, dan memberdayakan bagi para siswa.

E. Hasil dari Aksi Nyata

Kegiatan Aksi Nyata dalam Diseminasi Budaya Positif bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan budaya positif di sekolah. Melalui kegiatan ini, para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah telah mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya budaya positif dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan berpihak pada murid.

Salah satu aspek yang menjadi fokus utama dalam Diseminasi Budaya Positif ini adalah penyusunan keyakinan kelas dan restitusi. Para peserta dijelaskan mengenai pentingnya memiliki keyakinan kelas yang solid dan dapat dijadikan landasan bagi proses pembelajaran. Keyakinan kelas ini mencakup nilai-nilai, norma, dan aturan yang dijadikan pedoman bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan harmonis.

Selain itu, peserta juga diajarkan mengenai penerapan segitiga restitusi sebagai alat untuk membangun disiplin positif di kelas. Segitiga restitusi ini melibatkan tiga pihak, yaitu guru, murid, dan orang tua, yang bekerja sama dalam mengatasi permasalahan dan konflik yang terjadi di kelas. Dengan adanya restitusi, para murid diajarkan untuk bertanggung jawab atas perbuatan dan tindakan mereka serta belajar dari pengalaman yang telah terjadi.

Semangat dan antusiasme dari para pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengikuti Diseminasi Budaya Positif ini menunjukkan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif dan mendukung perkembangan siswa secara holistik. Dengan kolaborasi dan kerja sama yang kuat antara semua pihak di sekolah, diharapkan implementasi budaya positif akan terus berkembang dan memberikan dampak positif dalam dunia pendidikan.

F. Pembelajaran yang didapat dari Aksi Nyata

Salah satu aspek yang menjadi fokus utama dalam Diseminasi Budaya Positif ini adalah penyusunan keyakinan kelas dan restitusi. Para peserta dijelaskan mengenai pentingnya memiliki keyakinan kelas yang solid dan dapat dijadikan landasan bagi proses pembelajaran. Keyakinan kelas ini mencakup nilai-nilai, norma, dan aturan yang dijadikan pedoman bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan harmonis.

Selain itu, peserta juga diajarkan mengenai penerapan segitiga restitusi sebagai alat untuk membangun disiplin positif di kelas. Segitiga restitusi ini melibatkan tiga pihak, yaitu guru, murid, dan orang tua, yang bekerja sama dalam mengatasi permasalahan dan konflik yang terjadi di kelas. Dengan adanya restitusi, para murid diajarkan untuk bertanggung jawab atas perbuatan dan tindakan mereka serta belajar dari pengalaman yang telah terjadi.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah dapat menerapkan budaya positif secara konsisten dan menyeluruh. Dengan adanya budaya positif, diharapkan pembelajaran di sekolah dapat menjadi lebih nyaman dan menyenangkan bagi para murid. Para murid akan merasa didukung dan dihargai dalam proses pembelajaran, sehingga potensi belajar mereka dapat berkembang secara optimal.

G. Rencana Perbaikan

Rencana saya ke depan adalah terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada siswa. Tujuan utama saya adalah "menuntun" siswa agar dapat berkembang sesuai dengan kodrat alam dan tuntutan zaman. Dalam hal ini, kami berkomitmen untuk terus mengimplementasikan Budaya Positif di sekolah sebagai landasan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan mendukung perkembangan holistik siswa.

Kami sangat mengharapkan adanya perbaikan terus-menerus dalam mengimplementasikan Budaya Positif di sekolah. Untuk mencapai hal ini, kami akan terus berkolaborasi dengan Kepala Sekolah, seluruh Bapak Ibu guru di SDN Juku Eja. Kolaborasi ini penting dalam merumuskan strategi dan langkah-langkah konkret dalam menerapkan Budaya Positif di setiap aspek pembelajaran.

Selain itu, kami juga akan aktif mengikuti pelatihan dan mengembangkan kemampuan mandiri melalui berbagai sumber terkait pengembangan pembelajaran yang berpihak pada siswa. Dengan terus belajar dan berinovasi, kami yakin dapat memberikan pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan siswa.

Kami akan terus berupaya untuk mengimplementasikan Budaya Positif di sekolah melalui penyusunan keyakinan kelas yang solid. Keyakinan kelas ini akan menjadi landasan bagi interaksi dan pembelajaran di dalam kelas. Dengan adanya keyakinan kelas yang jelas dan kuat, diharapkan visi dan misi sekolah dalam mencetak generasi yang berjiwa profil pelajar Pancasila dapat tercapai dengan baik.

Kami optimis bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, kami dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan mendukung perkembangan seluruh siswa secara optimal. Dengan memfokuskan perhatian pada kebutuhan dan potensi siswa, kami berharap dapat menginspirasi mereka untuk berkembang menjadi individu yang berintegritas, kreatif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan masa depan.

H. Dokumentasi Kegiatan



Untuk kegiatan pembuatan keyakinan kelas dan diseminasi budaya positif di lingkungan sekolah dapat disimak di video berikut ini

 


I. Penutup

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkolaborasi dalam upaya implementasi Budaya Positif di sekolah. Semangat dan kerjasama dari Kepala Sekolah, Bapak Ibu guru, dan seluruh tenaga kependidikan telah menjadi pendorong utama keberhasilan aksi nyata dalam Diseminasi Budaya Positif.

Kami berharap bahwa upaya kami dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada siswa dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perkembangan dan prestasi siswa. Semua langkah dan inovasi yang kami rancang tidak akan berarti tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh anggota komunitas sekolah.

Dengan semangat yang sama, kami akan terus berupaya mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengadopsi praktik terbaik dalam pengembangan pembelajaran yang berpihak pada siswa.

Kami berharap bahwa dengan kerja sama dan dedikasi yang terus menerus, kita dapat mencetak generasi yang berjiwa Pancasila dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan integritas. Semoga upaya kita bersama dalam membangun Budaya Positif di sekolah akan membawa dampak positif bagi siswa dan masa depan bangsa.

Salam Budaya Positif!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

LOKAKARYA 2 CGP ANGKATAN 9 KAB. TANAH BUMBU

  LOKAKARYA 2 CGP ANGKATAN 9 KAB. TANAH BUMBU


Pada tanggal 14 Oktober 2023, suasana di SDN 3 Batulicin, Kab Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, begitu semarak dan penuh harapan. Sebab, hari itu merupakan momentum yang ditunggu-tunggu oleh para calon guru penggerak angkatan 9 Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan Lokakarya Ke-2 Pendidikan Guru Penggerak yang diselenggarakan dengan fokus utama pada Visi Guru Penggerak mengenai lingkungan belajar di sekolah.

Di awal acara, hadir perwakilan dari Badan Guru Penggerak (BGP) Provinsi Kalimantan Selatan, membawa semangat dan dukungan untuk para calon guru penggerak yang siap berkarya di dunia pendidikan. Para pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu juga turut hadir memberikan apresiasi atas upaya besar para calon guru penggerak dalam mengembangkan pendidikan di daerah ini.

Tidak hanya itu, kehadiran para pengajar praktik yang memiliki pengalaman luas dalam dunia pendidikan memberikan semangat baru bagi para peserta lokakarya. Mereka memberikan panduan, wawasan, serta inovasi terkini tentang metode pembelajaran yang menarik dan efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif bagi siswa.

Dalam suasana penuh keakraban, para calon guru penggerak diberi kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman. Mereka saling menginspirasi satu sama lain tentang tantangan dan solusi yang dihadapi dalam menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif dan berdaya saing.

Fokus utama pada Visi Guru Penggerak tentang lingkungan belajar di sekolah menjadi sorotan penting dalam lokakarya ini. Para peserta berupaya mencari cara-cara inovatif dan kreatif untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan mendorong siswa untuk berkembang secara optimal.







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Lokakarya 1 CGP Angkatan 9

 LOKAKARYA 1 CGP ANGKATAN 9 KAB. TANAH BUMBU

Hari ini (16/9/2023), di SDN 6 Kampung Baru Batulicin, kami menggelar lakokarya 1 dengan fokus utama pada pembangunan komunitas praktisi yang kuat. Acara ini dihadiri oleh pejabat dari BGP Provinsi Kalimantan Selatan dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah bumbu, serta menghadirkan pengawas sekolah dan kepala sekolah dari CGP masing-masing. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 wita.   

    `


Selama lokakarya, peserta terlibat dalam berbagai sesi yang bertujuan untuk mempelajari dan mendiskusikan strategi efektif dalam membangun komunitas praktisi yang berkolaboratif dan berorientasi pada peningkatan kualias pendidikan. Para peserta berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktek baik mereka dalam membentuk komunitas yang berdampak posiif pada proses belajar mengajar.

Seluruh peserta terlibat secara aktif dalam lokakarya, bermin akrivitas mencari benda, mengikuti diskusi kelompok tentang nilai, peran dan kompetensi guru penggerak, berpartisipasi dalam latihan berbasis kolaborasi dan merecanakan langkah-langkah implementasi untuk membangun komunitas praktisi di sekolah masing-masing.



Kegiatan lokakarya 1 hari ini berjalan sukses dengan atmosfer yang penuh semangat dan antusiasme. Para peserta pulang dengan wawasan baru, gagasan inspiratif, dan rencana tindakan yang konkret untuk memperkuat praktisi di sekolah mereka. Semoga kegiatan ini berdampak positif dan memberi manfaat yang berkelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Lokakarya 3

  Laporan Kegiatan Lokakarya 3 CGP  Angkataan 9 Batulicin, (18/11/2023) - Lokakarya ini diikuti oleh 35 guru penggerak dari berbagai sekolah...