KATA SAMBUTAN
Selamat Datang
di website Lisda Setiawati, S.PdSD
Assalamualaikum wr.wb
Salam sejahtera bagi kita semua..
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih karunia-Nya sehingga berhasil membangun website sekolah sederhana, Kehadiran Website ini diharapkan dapat memudahkan penyampaian informasi secara terbuka kepada warga siswa dan sekolah, alumni dan masyarakat serta instansi lain yang terkait kegiatan saya.
Semoga dengan kehadiran Website ini akan terjalin informasi, komunikasi antar sesama siswa, tenaga pendidik khususnya teman-teman guru di Kecamatan Kusan Hilir untuk mendapatkan informasi terkait kegiatan Pembelajaran dan pengembangan diri.
Sehubungan dengan hal tersebut maka semua warga sekolah harus mau untuk belajar menggunakan komputer dan internet, agar dapat meng-akses segala informasi yang berhubungan dengan sekolah dan pengetahuan di internet.
Selamat bekerja,
Demikian dan terima kasih.
Lisda Setiawati, S.Pd.SD
KATA SAMBUTAN
Selamat Datang
di website Lisda Setiawati, S.PdSD
Assalamualaikum wr.wb
Salam sejahtera bagi kita semua..
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih karunia-Nya sehingga berhasil membangun website sekolah sederhana, Kehadiran Website ini diharapkan dapat memudahkan penyampaian informasi secara terbuka kepada warga siswa dan sekolah, alumni dan masyarakat serta instansi lain yang terkait kegiatan saya.
Semoga dengan kehadiran Website ini akan terjalin informasi, komunikasi antar sesama siswa, tenaga pendidik khususnya teman-teman guru di Kecamatan Kusan Hilir untuk mendapatkan informasi terkait kegiatan Pembelajaran dan pengembangan diri.
Sehubungan dengan hal tersebut maka semua warga sekolah harus mau untuk belajar menggunakan komputer dan internet, agar dapat meng-akses segala informasi yang berhubungan dengan sekolah dan pengetahuan di internet.
Selamat bekerja,
Demikian dan terima kasih.
Lisda Setiawati, S.Pd.SD
Batulicin, (18/11/2023) - Lokakarya ini diikuti oleh 35 guru penggerak dari berbagai sekolah di Kabupaten Tanah Bumbu.
Lokakarya 3 PGP kali ini mengusung tema "Peran Pemimpin dalam Pembelajaran". Dalam lokakarya ini, peserta mengikuti simulasi pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosional yang dipandu oleh pengajar praktik.
Dalam simulasi pembelajaran berdiferensiasi, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diminta untuk mengembangkan rencana pembelajaran berdiferensiasi untuk sebuah tema tertentu.
Sementara itu, dalam simulasi pembelajaran sosial dan emosional, peserta diminta untuk melakukan kegiatan yang dapat mengembangkan kompetensi sosial dan emosional siswa.
Peserta lokakarya mengaku sangat senang dan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Mereka berharap dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosional di sekolah masing-masing.
A. Produk yang dihasilkan
● Hasil refleksi dari simulasi dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi.
● Hasil refleksi dari Praktik mindfulness dan integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam praktik mengajar.
● Strategi berbagi pengalaman belajar dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.
B. Tujuan Belajar
1. Calon Guru Penggerak mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka tentang pembelajaran berdiferensiasi.
2. Calon Guru Penggerak mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka mengenai mindfulness dan integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam praktik mengajar,
3. Calon Guru Penggerak merencanakan strategi berbagi dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.
C. Indikator Keberhasilan
1. Calon Guru Penggerak yakin bahwa pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional memungkinkan guru untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran,
2. Calon Guru Penggerak menghasilkan strategi penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.
D. Agenda
1) Pembukaan
2) Simulasi pembelajaran berdiferensiasi
3) Praktik berkesadaran penuh (mindfulness)
4) Praktik integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam rencana pembelajaran
5) Membuat rencana berbagi pengalaman belajar konsep pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi
Kegiatan literasi pada fase pembelajaran bertujuan mengembangkan kemampuan memahami teks dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi teks buku pengayaan dan buku pelajaran.
Aksi nyata ini adalah tindak lanjut kegiatan bimtek Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran Jenjang SD
Melalui Penguatan Literasi Membaca Nyaring.
Pra Desiminasi dan desiminasi Internal Sosialisasi hasil pelatihan kepada guru tentang literasi
Literasi adalah kemampuan mengenali, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengkompulasi dan berkomunikasi menggunakan simbol, suditorial, dan digital mengenai topik lintas dispilin ilmu. Literasi dapat dilakukan dengan menggunakan media multimodal.
Kegiatan di awali dengan pemberian pemahaman tentang Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) yang sudah terbentuk sebelumnya di sekolah. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi hasil dari Bimtek Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran Angkatan 3 yang dilaksanakan pada tanggal 20 - 23 Oktober 2023 bertempat di Hotel Aston Banua Kab. Banjar. Kemudian mengajak siswa untuk melakukan kegiatan membaca nyaring yang di bacakan oleh guru. Hal ini bertujuan untuk mendorong dan memotivasi siswa minat membaca dan sebagai strategi yang bisa dilakukan untuk mengiatkan literasi di sekolah kami.
Berikut hasil Aksi nyata yang dilakukan kami tuangkan dalam link video di bawah ini :
2.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.2. Pembelajaran Sosial dan Emosional
Pertanyaan Pemantik untuk Sesi Pembelajaran 6:
Apa kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap sebagai pemimpin pembelajaran setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional?
Apa kaitan pembelajaran sosial dan emosional yang telah anda pelajari dengan modul-modul sebelumnya?
Selamat datang kembali Bapak/Ibu CGP dalam rangkaian sesi ke-7 Pembelajaran Sosial dan Emosional.
Pada fase sebelumnya, Anda telah melakukan proses elaborasi pemahaman untuk mengembangkan praktik pembelajaran sosial dan emosional yang lebih solid. Kali ini, Anda diajak untuk merumuskan kesimpulan dari proses pembelajaran yang sudah Anda jalani dalam modul ini dengan tetap mengkaitkan dengan modul-modul sebelumnya.
Silakan jawab pertanyaan di bawah ini dengan menyelami pengalaman dan pemahaman Anda hingga tahap ini.
Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa …… sehingga….. Setelah mempelajari modul ini, ternyata ………….
Berkaitan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being), 3 hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah:
Berkaitan dengan no 2, perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan sekolah:
a. bagi murid-murid :
b. bagi rekan sejawat :
Tugas Koneksi Antar Materi dapat di lihat di video berikut :
Perkembangan
zaman dan teknologi membawa dampak yang memprihatinkan terhadap fenomena krisis
karakter. Dalam era teknologi ini, akses mudah terhadap tren budaya luar
seringkali membuat para murid terpengaruh tanpa adanya pemahaman yang mendalam
mengenai nilai-nilai budaya kita sendiri.
Budaya positif di
sekolah memiliki peranan penting dalam membentuk karakter murid. Nilai-nilai,
keyakinan, dan kebiasaan yang berpihak pada perkembangan pribadi yang kritis,
hormat, dan bertanggung jawab merupakan inti dari budaya positif ini.
Sebagai institusi
pembentukan karakter, sekolah memiliki peluang besar untuk membangun budaya
positif tersebut. Peran guru sebagai pendidik menjadi kunci utama dalam
menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi murid. Dalam filosofi
Ki Hajar Dewantara, pembelajaran di sekolah haruslah mampu memberikan
kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi murid melalui konsep merdeka belajar.
Budaya positif harus
kita ajarkan kepada siswa sejak dini, karena budaya positif dapat berfungsi
sebagai indentitas dan filter mereka dalam menghadapi zaman sekarang yang
identik dengan zaman teknologi.
Budaya positif dapat dilakukan dengan cara melakukan hal-hal yang bersifat
positif, berpikiran positif, berhati positif dan bersikap positif.
Salah satu cara
efektif untuk membangun budaya positif di sekolah adalah dengan membentuk
keyakinan kelas dan menerapkan segitiga restitusi. Dengan keterlibatan aktif
guru dan murid dalam merumuskan keyakinan kelas, semua pihak akan berkomitmen
untuk menjalankannya sebagai langkah awal dalam menciptakan budaya positif di
sekolah. Selain itu, penerapan segitiga restitusi dapat membimbing murid untuk
berdisiplin positif dan menjadi murid yang merdeka dalam belajar.
Dengan demikian,
membangun budaya positif di sekolah menjadi suatu tantangan yang penting dalam
menghadapi fenomena krisis karakter yang dihadapi oleh generasi muda saat ini.
Dalam upaya ini, peran dan komitmen aktif dari guru, murid, serta seluruh
komunitas sekolah akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan
pembentukan karakter yang kokoh dan berkualitas.
B. Tujuan
Membangun budaya positif dengan
menginternalisasi nilai-nilai kebajikan, keyakinan, dan kesepakatan kelas
yang telah disepakati.
Memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar
Pancasila dalam proses pembelajaran.
Memahami peran dan tanggung jawab
sebagai pendidik dalam mengendalikan situasi kelas.
Memahami prinsip-prinsip dasar
kebutuhan manusia.
Penerapan segitiga restitusi sebagai
metode pengelolaan disiplin yang efektif.
Memotivasi murid secara intrinsik
untuk belajar dan berprestasi.
Menerapkan pendekatan pembelajaran
yang berorientasi pada murid.
Menanamkan nilai-nilai budi pekerti
yang baik, seperti tanggung jawab, disiplin, dan komitmen.
Mengajarkan murid untuk mencari
solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi.
C. Linimasa
Tindakan
Mengajukan permohonan izin kepada
Kepala Sekolah untuk melakukan sosialisasi.
Melakukan sosialisasi kepada seluruh
warga sekolah terkait budaya positif, kesepakatan kelas, dan Profil
Pelajar Pancasila.
Menjelaskan secara komprehensif
pengertian dan manfaat dari kesepakatan kelas.
Kolaborasi antara guru dan peserta
didik dalam merumuskan kesepakatan (keyakinan) kelas.
Menumbuhkan dan menanamkan
nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila secara berkesinambungan.
Menginternalisasikan kesepakatan
kelas agar menjadi sebuah pembiasaan positif dan diterapkan dalam aksi
nyata di kelas maupun lingkungan sekolah.
Melaksanakan pemasangan keyakinan
kelas untuk memperkuat implementasi nilai-nilai yang telah disepakati.
Menerapkan segitiga restitusi sebagai
mekanisme pembelajaran dan penyelesaian masalah.
Mengimplementasikan keyakinan dan
restitusi secara berkelanjutan dan konsisten untuk menciptakan lingkungan
yang kondusif bagi pertumbuhan karakter peserta didik.
D. Deskripsi
Aksi Nyata
Diseminasi Budaya
Positif menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan lingkungan
sekolah yang kondusif dan mendukung perkembangan siswa secara holistik. Untuk
merealisasikan aksi nyata ini, CGP SDN Juku Eja telah menyusun rencana
Diseminasi Budaya Positif yang dirancang dengan matang.
Pada hari Kamis, 26
Oktober 2023, kegiatan Diseminasi Budaya Positif telah dilaksanakan dengan
sukses. Persiapan yang matang dilakukan untuk menyusun materi presentasi dalam
bentuk power point, mengirimkan undangan kepada para peserta, menyusun daftar
hadir, dan berkoordinasi dengan berbagai tim yang terlibat dalam acara ini.
Semua upaya tersebut dilakukan demi memastikan diseminasi berjalan dengan
lancar dan efektif.
Acara disambut
dengan antusias oleh para peserta, terutama oleh kepala sekolah, guru, dan
tenaga kependidikan. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan rasa terima
kasih atas kesempatan ini dan menyambut baik upaya kolaborasi dalam membangun
budaya positif di lingkungan sekolah. Diseminasi Budaya Positif dianggap
sebagai kesempatan berharga untuk berbagi praktik baik, sehingga diharapkan
dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru bagi para peserta.
Materi seminar
yang disampaikan sangat mendalam dan informatif. Para peserta tampak begitu
tertarik dalam menyimak setiap penjelasan dan contoh aplikatif yang diberikan.
Hal ini menunjukkan tingginya animo dan keinginan para peserta untuk menerapkan
budaya positif di sekolah mereka.
Melalui
Diseminasi Budaya Positif ini, kami berharap bahwa kebaikan dan manfaat yang
kami bagikan dapat menginspirasi guru menyambut perubahan dan menjadikan budaya
positif sebagai bagian integral dari identitas sekolah. Dukungan dari kepala
sekolah dan seluruh staf pengajar memberikan dorongan besar dalam mewujudkan
tujuan ini. Sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, bermakna, dan memberdayakan
bagi para siswa.
E. Hasil dari
Aksi Nyata
Kegiatan Aksi
Nyata dalam Diseminasi Budaya Positif bertujuan untuk memperkenalkan dan
mengimplementasikan budaya positif di sekolah. Melalui kegiatan ini, para
pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah telah mendapatkan pemahaman yang
lebih mendalam tentang pentingnya budaya positif dalam menciptakan lingkungan
pembelajaran yang kondusif dan berpihak pada murid.
Salah satu aspek
yang menjadi fokus utama dalam Diseminasi Budaya Positif ini adalah penyusunan
keyakinan kelas dan restitusi. Para peserta dijelaskan mengenai pentingnya
memiliki keyakinan kelas yang solid dan dapat dijadikan landasan bagi proses
pembelajaran. Keyakinan kelas ini mencakup nilai-nilai, norma, dan aturan yang
dijadikan pedoman bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan
harmonis.
Selain itu,
peserta juga diajarkan mengenai penerapan segitiga restitusi sebagai alat untuk
membangun disiplin positif di kelas. Segitiga restitusi ini melibatkan tiga
pihak, yaitu guru, murid, dan orang tua, yang bekerja sama dalam mengatasi
permasalahan dan konflik yang terjadi di kelas. Dengan adanya restitusi, para
murid diajarkan untuk bertanggung jawab atas perbuatan dan tindakan mereka serta
belajar dari pengalaman yang telah terjadi.
Semangat dan
antusiasme dari para pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengikuti
Diseminasi Budaya Positif ini menunjukkan komitmen mereka untuk menciptakan
lingkungan sekolah yang lebih positif dan mendukung perkembangan siswa secara
holistik. Dengan kolaborasi dan kerja sama yang kuat antara semua pihak di sekolah,
diharapkan implementasi budaya positif akan terus berkembang dan memberikan
dampak positif dalam dunia pendidikan.
F.
Pembelajaran yang didapat dari Aksi Nyata
Salah satu aspek yang menjadi fokus utama dalam Diseminasi
Budaya Positif ini adalah penyusunan keyakinan kelas dan restitusi. Para
peserta dijelaskan mengenai pentingnya memiliki keyakinan kelas yang solid dan
dapat dijadikan landasan bagi proses pembelajaran. Keyakinan kelas ini mencakup
nilai-nilai, norma, dan aturan yang dijadikan pedoman bersama untuk menciptakan
lingkungan belajar yang positif dan harmonis.
Selain itu, peserta juga diajarkan mengenai penerapan
segitiga restitusi sebagai alat untuk membangun disiplin positif di kelas.
Segitiga restitusi ini melibatkan tiga pihak, yaitu guru, murid, dan orang tua,
yang bekerja sama dalam mengatasi permasalahan dan konflik yang terjadi di
kelas. Dengan adanya restitusi, para murid diajarkan untuk bertanggung jawab
atas perbuatan dan tindakan mereka serta belajar dari pengalaman yang telah
terjadi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan para pendidik dan
tenaga kependidikan di sekolah dapat menerapkan budaya positif secara konsisten
dan menyeluruh. Dengan adanya budaya positif, diharapkan pembelajaran di
sekolah dapat menjadi lebih nyaman dan menyenangkan bagi para murid. Para murid
akan merasa didukung dan dihargai dalam proses pembelajaran, sehingga potensi
belajar mereka dapat berkembang secara optimal.
G. Rencana
Perbaikan
Rencana saya ke
depan adalah terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan
dan berpihak pada siswa. Tujuan utama saya adalah "menuntun" siswa
agar dapat berkembang sesuai dengan kodrat alam dan tuntutan zaman. Dalam hal
ini, kami berkomitmen untuk terus mengimplementasikan Budaya Positif di sekolah
sebagai landasan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan
mendukung perkembangan holistik siswa.
Kami sangat mengharapkan adanya perbaikan terus-menerus
dalam mengimplementasikan Budaya Positif di sekolah. Untuk mencapai hal ini,
kami akan terus berkolaborasi dengan Kepala Sekolah, seluruh Bapak Ibu guru di SDN Juku Eja. Kolaborasi ini
penting dalam merumuskan strategi dan langkah-langkah konkret dalam menerapkan
Budaya Positif di setiap aspek pembelajaran.
Selain itu, kami juga akan aktif mengikuti pelatihan dan
mengembangkan kemampuan mandiri melalui berbagai sumber terkait pengembangan
pembelajaran yang berpihak pada siswa. Dengan terus belajar dan berinovasi,
kami yakin dapat memberikan pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan
dengan kebutuhan siswa.
Kami akan terus berupaya untuk mengimplementasikan Budaya
Positif di sekolah melalui penyusunan keyakinan kelas yang solid. Keyakinan
kelas ini akan menjadi landasan bagi interaksi dan pembelajaran di dalam kelas.
Dengan adanya keyakinan kelas yang jelas dan kuat, diharapkan visi dan misi
sekolah dalam mencetak generasi yang berjiwa profil pelajar Pancasila dapat
tercapai dengan baik.
Kami optimis bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang kuat,
kami dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan mendukung
perkembangan seluruh siswa secara optimal. Dengan memfokuskan perhatian pada
kebutuhan dan potensi siswa, kami berharap dapat menginspirasi mereka untuk
berkembang menjadi individu yang berintegritas, kreatif, dan berdaya saing
dalam menghadapi tantangan masa depan.
H. Dokumentasi
Kegiatan
Untuk kegiatan pembuatan keyakinan kelas dan diseminasi
budaya positif di lingkungan sekolah dapat disimak di video berikut ini
I.
Penutup
Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah mendukung dan berkolaborasi dalam upaya implementasi Budaya Positif
di sekolah. Semangat dan kerjasama dari Kepala Sekolah, Bapak Ibu guru, dan
seluruh tenaga kependidikan telah menjadi pendorong utama keberhasilan aksi
nyata dalam Diseminasi Budaya Positif.
Kami berharap bahwa upaya kami dalam menciptakan
pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada siswa dapat terus berkembang
dan memberikan dampak positif bagi perkembangan dan prestasi siswa. Semua
langkah dan inovasi yang kami rancang tidak akan berarti tanpa dukungan dan
partisipasi aktif dari seluruh anggota komunitas sekolah.
Dengan semangat yang sama, kami akan terus berupaya
mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada
kebutuhan siswa. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan
mengadopsi praktik terbaik dalam pengembangan pembelajaran yang berpihak pada
siswa.
Kami berharap bahwa dengan kerja sama dan dedikasi yang
terus menerus, kita dapat mencetak generasi yang berjiwa Pancasila dan siap
menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan integritas. Semoga
upaya kita bersama dalam membangun Budaya Positif di sekolah akan membawa
dampak positif bagi siswa dan masa depan bangsa.
Pada tanggal 14 Oktober 2023, suasana di SDN 3 Batulicin, Kab Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, begitu semarak dan penuh harapan. Sebab, hari itu merupakan momentum yang ditunggu-tunggu oleh para calon guru penggerak angkatan 9 Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan Lokakarya Ke-2 Pendidikan Guru Penggerak yang diselenggarakan dengan fokus utama pada Visi Guru Penggerak mengenai lingkungan belajar di sekolah.
Di awal acara, hadir perwakilan dari Badan Guru Penggerak (BGP) Provinsi Kalimantan Selatan, membawa semangat dan dukungan untuk para calon guru penggerak yang siap berkarya di dunia pendidikan. Para pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu juga turut hadir memberikan apresiasi atas upaya besar para calon guru penggerak dalam mengembangkan pendidikan di daerah ini.
Tidak hanya itu, kehadiran para pengajar praktik yang memiliki pengalaman luas dalam dunia pendidikan memberikan semangat baru bagi para peserta lokakarya. Mereka memberikan panduan, wawasan, serta inovasi terkini tentang metode pembelajaran yang menarik dan efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif bagi siswa.
Dalam suasana penuh keakraban, para calon guru penggerak diberi kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman. Mereka saling menginspirasi satu sama lain tentang tantangan dan solusi yang dihadapi dalam menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif dan berdaya saing.
Fokus utama pada Visi Guru Penggerak tentang lingkungan belajar di sekolah menjadi sorotan penting dalam lokakarya ini. Para peserta berupaya mencari cara-cara inovatif dan kreatif untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan mendorong siswa untuk berkembang secara optimal.
Hari ini (16/9/2023), di SDN 6 Kampung Baru Batulicin, kami menggelar lakokarya 1 dengan fokus utama pada pembangunan komunitas praktisi yang kuat. Acara ini dihadiri oleh pejabat dari BGP Provinsi Kalimantan Selatan dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah bumbu, serta menghadirkan pengawas sekolah dan kepala sekolah dari CGP masing-masing. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 wita.
`
Selama lokakarya, peserta terlibat dalam berbagai sesi yang bertujuan untuk mempelajari dan mendiskusikan strategi efektif dalam membangun komunitas praktisi yang berkolaboratif dan berorientasi pada peningkatan kualias pendidikan. Para peserta berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktek baik mereka dalam membentuk komunitas yang berdampak posiif pada proses belajar mengajar.
Seluruh peserta terlibat secara aktif dalam lokakarya, bermin akrivitas mencari benda, mengikuti diskusi kelompok tentang nilai, peran dan kompetensi guru penggerak, berpartisipasi dalam latihan berbasis kolaborasi dan merecanakan langkah-langkah implementasi untuk membangun komunitas praktisi di sekolah masing-masing.
Kegiatan lokakarya 1 hari ini berjalan sukses dengan atmosfer yang penuh semangat dan antusiasme. Para peserta pulang dengan wawasan baru, gagasan inspiratif, dan rencana tindakan yang konkret untuk memperkuat praktisi di sekolah mereka. Semoga kegiatan ini berdampak positif dan memberi manfaat yang berkelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan.