KATA SAMBUTAN
Selamat Datang
di website Lisda Setiawati, S.PdSD
Assalamualaikum wr.wb
Salam sejahtera bagi kita semua..
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih karunia-Nya sehingga berhasil membangun website sekolah sederhana, Kehadiran Website ini diharapkan dapat memudahkan penyampaian informasi secara terbuka kepada warga siswa dan sekolah, alumni dan masyarakat serta instansi lain yang terkait kegiatan saya.
Semoga dengan kehadiran Website ini akan terjalin informasi, komunikasi antar sesama siswa, tenaga pendidik khususnya teman-teman guru di Kecamatan Kusan Hilir untuk mendapatkan informasi terkait kegiatan Pembelajaran dan pengembangan diri.
Sehubungan dengan hal tersebut maka semua warga sekolah harus mau untuk belajar menggunakan komputer dan internet, agar dapat meng-akses segala informasi yang berhubungan dengan sekolah dan pengetahuan di internet.
Selamat bekerja,
Demikian dan terima kasih.
Lisda Setiawati, S.Pd.SD
KATA SAMBUTAN
Selamat Datang
di website Lisda Setiawati, S.PdSD
Assalamualaikum wr.wb
Salam sejahtera bagi kita semua..
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih karunia-Nya sehingga berhasil membangun website sekolah sederhana, Kehadiran Website ini diharapkan dapat memudahkan penyampaian informasi secara terbuka kepada warga siswa dan sekolah, alumni dan masyarakat serta instansi lain yang terkait kegiatan saya.
Semoga dengan kehadiran Website ini akan terjalin informasi, komunikasi antar sesama siswa, tenaga pendidik khususnya teman-teman guru di Kecamatan Kusan Hilir untuk mendapatkan informasi terkait kegiatan Pembelajaran dan pengembangan diri.
Sehubungan dengan hal tersebut maka semua warga sekolah harus mau untuk belajar menggunakan komputer dan internet, agar dapat meng-akses segala informasi yang berhubungan dengan sekolah dan pengetahuan di internet.
Selamat bekerja,
Demikian dan terima kasih.
Lisda Setiawati, S.Pd.SD
Batulicin, (18/11/2023) - Lokakarya ini diikuti oleh 35 guru penggerak dari berbagai sekolah di Kabupaten Tanah Bumbu.
Lokakarya 3 PGP kali ini mengusung tema "Peran Pemimpin dalam Pembelajaran". Dalam lokakarya ini, peserta mengikuti simulasi pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosional yang dipandu oleh pengajar praktik.
Dalam simulasi pembelajaran berdiferensiasi, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diminta untuk mengembangkan rencana pembelajaran berdiferensiasi untuk sebuah tema tertentu.
Sementara itu, dalam simulasi pembelajaran sosial dan emosional, peserta diminta untuk melakukan kegiatan yang dapat mengembangkan kompetensi sosial dan emosional siswa.
Peserta lokakarya mengaku sangat senang dan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Mereka berharap dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosional di sekolah masing-masing.
A. Produk yang dihasilkan
● Hasil refleksi dari simulasi dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi.
● Hasil refleksi dari Praktik mindfulness dan integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam praktik mengajar.
● Strategi berbagi pengalaman belajar dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.
B. Tujuan Belajar
1. Calon Guru Penggerak mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka tentang pembelajaran berdiferensiasi.
2. Calon Guru Penggerak mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka mengenai mindfulness dan integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam praktik mengajar,
3. Calon Guru Penggerak merencanakan strategi berbagi dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.
C. Indikator Keberhasilan
1. Calon Guru Penggerak yakin bahwa pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional memungkinkan guru untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran,
2. Calon Guru Penggerak menghasilkan strategi penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.
D. Agenda
1) Pembukaan
2) Simulasi pembelajaran berdiferensiasi
3) Praktik berkesadaran penuh (mindfulness)
4) Praktik integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam rencana pembelajaran
5) Membuat rencana berbagi pengalaman belajar konsep pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi
Kegiatan literasi pada fase pembelajaran bertujuan mengembangkan kemampuan memahami teks dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi teks buku pengayaan dan buku pelajaran.
Aksi nyata ini adalah tindak lanjut kegiatan bimtek Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran Jenjang SD
Melalui Penguatan Literasi Membaca Nyaring.
Pra Desiminasi dan desiminasi Internal Sosialisasi hasil pelatihan kepada guru tentang literasi
Literasi adalah kemampuan mengenali, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengkompulasi dan berkomunikasi menggunakan simbol, suditorial, dan digital mengenai topik lintas dispilin ilmu. Literasi dapat dilakukan dengan menggunakan media multimodal.
Kegiatan di awali dengan pemberian pemahaman tentang Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) yang sudah terbentuk sebelumnya di sekolah. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi hasil dari Bimtek Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran Angkatan 3 yang dilaksanakan pada tanggal 20 - 23 Oktober 2023 bertempat di Hotel Aston Banua Kab. Banjar. Kemudian mengajak siswa untuk melakukan kegiatan membaca nyaring yang di bacakan oleh guru. Hal ini bertujuan untuk mendorong dan memotivasi siswa minat membaca dan sebagai strategi yang bisa dilakukan untuk mengiatkan literasi di sekolah kami.
Berikut hasil Aksi nyata yang dilakukan kami tuangkan dalam link video di bawah ini :
2.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.2. Pembelajaran Sosial dan Emosional
Pertanyaan Pemantik untuk Sesi Pembelajaran 6:
Apa kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap sebagai pemimpin pembelajaran setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional?
Apa kaitan pembelajaran sosial dan emosional yang telah anda pelajari dengan modul-modul sebelumnya?
Selamat datang kembali Bapak/Ibu CGP dalam rangkaian sesi ke-7 Pembelajaran Sosial dan Emosional.
Pada fase sebelumnya, Anda telah melakukan proses elaborasi pemahaman untuk mengembangkan praktik pembelajaran sosial dan emosional yang lebih solid. Kali ini, Anda diajak untuk merumuskan kesimpulan dari proses pembelajaran yang sudah Anda jalani dalam modul ini dengan tetap mengkaitkan dengan modul-modul sebelumnya.
Silakan jawab pertanyaan di bawah ini dengan menyelami pengalaman dan pemahaman Anda hingga tahap ini.
Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa …… sehingga….. Setelah mempelajari modul ini, ternyata ………….
Berkaitan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being), 3 hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah:
Berkaitan dengan no 2, perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan sekolah:
a. bagi murid-murid :
b. bagi rekan sejawat :
Tugas Koneksi Antar Materi dapat di lihat di video berikut :
Perkembangan
zaman dan teknologi membawa dampak yang memprihatinkan terhadap fenomena krisis
karakter. Dalam era teknologi ini, akses mudah terhadap tren budaya luar
seringkali membuat para murid terpengaruh tanpa adanya pemahaman yang mendalam
mengenai nilai-nilai budaya kita sendiri.
Budaya positif di
sekolah memiliki peranan penting dalam membentuk karakter murid. Nilai-nilai,
keyakinan, dan kebiasaan yang berpihak pada perkembangan pribadi yang kritis,
hormat, dan bertanggung jawab merupakan inti dari budaya positif ini.
Sebagai institusi
pembentukan karakter, sekolah memiliki peluang besar untuk membangun budaya
positif tersebut. Peran guru sebagai pendidik menjadi kunci utama dalam
menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi murid. Dalam filosofi
Ki Hajar Dewantara, pembelajaran di sekolah haruslah mampu memberikan
kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi murid melalui konsep merdeka belajar.
Budaya positif harus
kita ajarkan kepada siswa sejak dini, karena budaya positif dapat berfungsi
sebagai indentitas dan filter mereka dalam menghadapi zaman sekarang yang
identik dengan zaman teknologi.
Budaya positif dapat dilakukan dengan cara melakukan hal-hal yang bersifat
positif, berpikiran positif, berhati positif dan bersikap positif.
Salah satu cara
efektif untuk membangun budaya positif di sekolah adalah dengan membentuk
keyakinan kelas dan menerapkan segitiga restitusi. Dengan keterlibatan aktif
guru dan murid dalam merumuskan keyakinan kelas, semua pihak akan berkomitmen
untuk menjalankannya sebagai langkah awal dalam menciptakan budaya positif di
sekolah. Selain itu, penerapan segitiga restitusi dapat membimbing murid untuk
berdisiplin positif dan menjadi murid yang merdeka dalam belajar.
Dengan demikian,
membangun budaya positif di sekolah menjadi suatu tantangan yang penting dalam
menghadapi fenomena krisis karakter yang dihadapi oleh generasi muda saat ini.
Dalam upaya ini, peran dan komitmen aktif dari guru, murid, serta seluruh
komunitas sekolah akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan
pembentukan karakter yang kokoh dan berkualitas.
B. Tujuan
Membangun budaya positif dengan
menginternalisasi nilai-nilai kebajikan, keyakinan, dan kesepakatan kelas
yang telah disepakati.
Memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar
Pancasila dalam proses pembelajaran.
Memahami peran dan tanggung jawab
sebagai pendidik dalam mengendalikan situasi kelas.
Memahami prinsip-prinsip dasar
kebutuhan manusia.
Penerapan segitiga restitusi sebagai
metode pengelolaan disiplin yang efektif.
Memotivasi murid secara intrinsik
untuk belajar dan berprestasi.
Menerapkan pendekatan pembelajaran
yang berorientasi pada murid.
Menanamkan nilai-nilai budi pekerti
yang baik, seperti tanggung jawab, disiplin, dan komitmen.
Mengajarkan murid untuk mencari
solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi.
C. Linimasa
Tindakan
Mengajukan permohonan izin kepada
Kepala Sekolah untuk melakukan sosialisasi.
Melakukan sosialisasi kepada seluruh
warga sekolah terkait budaya positif, kesepakatan kelas, dan Profil
Pelajar Pancasila.
Menjelaskan secara komprehensif
pengertian dan manfaat dari kesepakatan kelas.
Kolaborasi antara guru dan peserta
didik dalam merumuskan kesepakatan (keyakinan) kelas.
Menumbuhkan dan menanamkan
nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila secara berkesinambungan.
Menginternalisasikan kesepakatan
kelas agar menjadi sebuah pembiasaan positif dan diterapkan dalam aksi
nyata di kelas maupun lingkungan sekolah.
Melaksanakan pemasangan keyakinan
kelas untuk memperkuat implementasi nilai-nilai yang telah disepakati.
Menerapkan segitiga restitusi sebagai
mekanisme pembelajaran dan penyelesaian masalah.
Mengimplementasikan keyakinan dan
restitusi secara berkelanjutan dan konsisten untuk menciptakan lingkungan
yang kondusif bagi pertumbuhan karakter peserta didik.
D. Deskripsi
Aksi Nyata
Diseminasi Budaya
Positif menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan lingkungan
sekolah yang kondusif dan mendukung perkembangan siswa secara holistik. Untuk
merealisasikan aksi nyata ini, CGP SDN Juku Eja telah menyusun rencana
Diseminasi Budaya Positif yang dirancang dengan matang.
Pada hari Kamis, 26
Oktober 2023, kegiatan Diseminasi Budaya Positif telah dilaksanakan dengan
sukses. Persiapan yang matang dilakukan untuk menyusun materi presentasi dalam
bentuk power point, mengirimkan undangan kepada para peserta, menyusun daftar
hadir, dan berkoordinasi dengan berbagai tim yang terlibat dalam acara ini.
Semua upaya tersebut dilakukan demi memastikan diseminasi berjalan dengan
lancar dan efektif.
Acara disambut
dengan antusias oleh para peserta, terutama oleh kepala sekolah, guru, dan
tenaga kependidikan. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan rasa terima
kasih atas kesempatan ini dan menyambut baik upaya kolaborasi dalam membangun
budaya positif di lingkungan sekolah. Diseminasi Budaya Positif dianggap
sebagai kesempatan berharga untuk berbagi praktik baik, sehingga diharapkan
dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru bagi para peserta.
Materi seminar
yang disampaikan sangat mendalam dan informatif. Para peserta tampak begitu
tertarik dalam menyimak setiap penjelasan dan contoh aplikatif yang diberikan.
Hal ini menunjukkan tingginya animo dan keinginan para peserta untuk menerapkan
budaya positif di sekolah mereka.
Melalui
Diseminasi Budaya Positif ini, kami berharap bahwa kebaikan dan manfaat yang
kami bagikan dapat menginspirasi guru menyambut perubahan dan menjadikan budaya
positif sebagai bagian integral dari identitas sekolah. Dukungan dari kepala
sekolah dan seluruh staf pengajar memberikan dorongan besar dalam mewujudkan
tujuan ini. Sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, bermakna, dan memberdayakan
bagi para siswa.
E. Hasil dari
Aksi Nyata
Kegiatan Aksi
Nyata dalam Diseminasi Budaya Positif bertujuan untuk memperkenalkan dan
mengimplementasikan budaya positif di sekolah. Melalui kegiatan ini, para
pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah telah mendapatkan pemahaman yang
lebih mendalam tentang pentingnya budaya positif dalam menciptakan lingkungan
pembelajaran yang kondusif dan berpihak pada murid.
Salah satu aspek
yang menjadi fokus utama dalam Diseminasi Budaya Positif ini adalah penyusunan
keyakinan kelas dan restitusi. Para peserta dijelaskan mengenai pentingnya
memiliki keyakinan kelas yang solid dan dapat dijadikan landasan bagi proses
pembelajaran. Keyakinan kelas ini mencakup nilai-nilai, norma, dan aturan yang
dijadikan pedoman bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan
harmonis.
Selain itu,
peserta juga diajarkan mengenai penerapan segitiga restitusi sebagai alat untuk
membangun disiplin positif di kelas. Segitiga restitusi ini melibatkan tiga
pihak, yaitu guru, murid, dan orang tua, yang bekerja sama dalam mengatasi
permasalahan dan konflik yang terjadi di kelas. Dengan adanya restitusi, para
murid diajarkan untuk bertanggung jawab atas perbuatan dan tindakan mereka serta
belajar dari pengalaman yang telah terjadi.
Semangat dan
antusiasme dari para pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengikuti
Diseminasi Budaya Positif ini menunjukkan komitmen mereka untuk menciptakan
lingkungan sekolah yang lebih positif dan mendukung perkembangan siswa secara
holistik. Dengan kolaborasi dan kerja sama yang kuat antara semua pihak di sekolah,
diharapkan implementasi budaya positif akan terus berkembang dan memberikan
dampak positif dalam dunia pendidikan.
F.
Pembelajaran yang didapat dari Aksi Nyata
Salah satu aspek yang menjadi fokus utama dalam Diseminasi
Budaya Positif ini adalah penyusunan keyakinan kelas dan restitusi. Para
peserta dijelaskan mengenai pentingnya memiliki keyakinan kelas yang solid dan
dapat dijadikan landasan bagi proses pembelajaran. Keyakinan kelas ini mencakup
nilai-nilai, norma, dan aturan yang dijadikan pedoman bersama untuk menciptakan
lingkungan belajar yang positif dan harmonis.
Selain itu, peserta juga diajarkan mengenai penerapan
segitiga restitusi sebagai alat untuk membangun disiplin positif di kelas.
Segitiga restitusi ini melibatkan tiga pihak, yaitu guru, murid, dan orang tua,
yang bekerja sama dalam mengatasi permasalahan dan konflik yang terjadi di
kelas. Dengan adanya restitusi, para murid diajarkan untuk bertanggung jawab
atas perbuatan dan tindakan mereka serta belajar dari pengalaman yang telah
terjadi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan para pendidik dan
tenaga kependidikan di sekolah dapat menerapkan budaya positif secara konsisten
dan menyeluruh. Dengan adanya budaya positif, diharapkan pembelajaran di
sekolah dapat menjadi lebih nyaman dan menyenangkan bagi para murid. Para murid
akan merasa didukung dan dihargai dalam proses pembelajaran, sehingga potensi
belajar mereka dapat berkembang secara optimal.
G. Rencana
Perbaikan
Rencana saya ke
depan adalah terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan
dan berpihak pada siswa. Tujuan utama saya adalah "menuntun" siswa
agar dapat berkembang sesuai dengan kodrat alam dan tuntutan zaman. Dalam hal
ini, kami berkomitmen untuk terus mengimplementasikan Budaya Positif di sekolah
sebagai landasan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan
mendukung perkembangan holistik siswa.
Kami sangat mengharapkan adanya perbaikan terus-menerus
dalam mengimplementasikan Budaya Positif di sekolah. Untuk mencapai hal ini,
kami akan terus berkolaborasi dengan Kepala Sekolah, seluruh Bapak Ibu guru di SDN Juku Eja. Kolaborasi ini
penting dalam merumuskan strategi dan langkah-langkah konkret dalam menerapkan
Budaya Positif di setiap aspek pembelajaran.
Selain itu, kami juga akan aktif mengikuti pelatihan dan
mengembangkan kemampuan mandiri melalui berbagai sumber terkait pengembangan
pembelajaran yang berpihak pada siswa. Dengan terus belajar dan berinovasi,
kami yakin dapat memberikan pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan
dengan kebutuhan siswa.
Kami akan terus berupaya untuk mengimplementasikan Budaya
Positif di sekolah melalui penyusunan keyakinan kelas yang solid. Keyakinan
kelas ini akan menjadi landasan bagi interaksi dan pembelajaran di dalam kelas.
Dengan adanya keyakinan kelas yang jelas dan kuat, diharapkan visi dan misi
sekolah dalam mencetak generasi yang berjiwa profil pelajar Pancasila dapat
tercapai dengan baik.
Kami optimis bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang kuat,
kami dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan mendukung
perkembangan seluruh siswa secara optimal. Dengan memfokuskan perhatian pada
kebutuhan dan potensi siswa, kami berharap dapat menginspirasi mereka untuk
berkembang menjadi individu yang berintegritas, kreatif, dan berdaya saing
dalam menghadapi tantangan masa depan.
H. Dokumentasi
Kegiatan
Untuk kegiatan pembuatan keyakinan kelas dan diseminasi
budaya positif di lingkungan sekolah dapat disimak di video berikut ini
I.
Penutup
Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah mendukung dan berkolaborasi dalam upaya implementasi Budaya Positif
di sekolah. Semangat dan kerjasama dari Kepala Sekolah, Bapak Ibu guru, dan
seluruh tenaga kependidikan telah menjadi pendorong utama keberhasilan aksi
nyata dalam Diseminasi Budaya Positif.
Kami berharap bahwa upaya kami dalam menciptakan
pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada siswa dapat terus berkembang
dan memberikan dampak positif bagi perkembangan dan prestasi siswa. Semua
langkah dan inovasi yang kami rancang tidak akan berarti tanpa dukungan dan
partisipasi aktif dari seluruh anggota komunitas sekolah.
Dengan semangat yang sama, kami akan terus berupaya
mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada
kebutuhan siswa. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan
mengadopsi praktik terbaik dalam pengembangan pembelajaran yang berpihak pada
siswa.
Kami berharap bahwa dengan kerja sama dan dedikasi yang
terus menerus, kita dapat mencetak generasi yang berjiwa Pancasila dan siap
menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan integritas. Semoga
upaya kita bersama dalam membangun Budaya Positif di sekolah akan membawa
dampak positif bagi siswa dan masa depan bangsa.
Pada tanggal 14 Oktober 2023, suasana di SDN 3 Batulicin, Kab Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, begitu semarak dan penuh harapan. Sebab, hari itu merupakan momentum yang ditunggu-tunggu oleh para calon guru penggerak angkatan 9 Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan Lokakarya Ke-2 Pendidikan Guru Penggerak yang diselenggarakan dengan fokus utama pada Visi Guru Penggerak mengenai lingkungan belajar di sekolah.
Di awal acara, hadir perwakilan dari Badan Guru Penggerak (BGP) Provinsi Kalimantan Selatan, membawa semangat dan dukungan untuk para calon guru penggerak yang siap berkarya di dunia pendidikan. Para pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu juga turut hadir memberikan apresiasi atas upaya besar para calon guru penggerak dalam mengembangkan pendidikan di daerah ini.
Tidak hanya itu, kehadiran para pengajar praktik yang memiliki pengalaman luas dalam dunia pendidikan memberikan semangat baru bagi para peserta lokakarya. Mereka memberikan panduan, wawasan, serta inovasi terkini tentang metode pembelajaran yang menarik dan efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif bagi siswa.
Dalam suasana penuh keakraban, para calon guru penggerak diberi kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman. Mereka saling menginspirasi satu sama lain tentang tantangan dan solusi yang dihadapi dalam menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif dan berdaya saing.
Fokus utama pada Visi Guru Penggerak tentang lingkungan belajar di sekolah menjadi sorotan penting dalam lokakarya ini. Para peserta berupaya mencari cara-cara inovatif dan kreatif untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan mendorong siswa untuk berkembang secara optimal.
Hari ini (16/9/2023), di SDN 6 Kampung Baru Batulicin, kami menggelar lakokarya 1 dengan fokus utama pada pembangunan komunitas praktisi yang kuat. Acara ini dihadiri oleh pejabat dari BGP Provinsi Kalimantan Selatan dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah bumbu, serta menghadirkan pengawas sekolah dan kepala sekolah dari CGP masing-masing. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 wita.
`
Selama lokakarya, peserta terlibat dalam berbagai sesi yang bertujuan untuk mempelajari dan mendiskusikan strategi efektif dalam membangun komunitas praktisi yang berkolaboratif dan berorientasi pada peningkatan kualias pendidikan. Para peserta berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktek baik mereka dalam membentuk komunitas yang berdampak posiif pada proses belajar mengajar.
Seluruh peserta terlibat secara aktif dalam lokakarya, bermin akrivitas mencari benda, mengikuti diskusi kelompok tentang nilai, peran dan kompetensi guru penggerak, berpartisipasi dalam latihan berbasis kolaborasi dan merecanakan langkah-langkah implementasi untuk membangun komunitas praktisi di sekolah masing-masing.
Kegiatan lokakarya 1 hari ini berjalan sukses dengan atmosfer yang penuh semangat dan antusiasme. Para peserta pulang dengan wawasan baru, gagasan inspiratif, dan rencana tindakan yang konkret untuk memperkuat praktisi di sekolah mereka. Semoga kegiatan ini berdampak positif dan memberi manfaat yang berkelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan.
Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar Untuk Pelatihan Mandiri
Foto bersama Pengawas dan pengurus KKG Gugus 1
Jika Bapak dan Ibu membuka laman https://guru.kemdikbud.go.id/ menggunakan akun belajar, Bapak dan Ibu akan disapa dengan kalimat:Platform Merdeka Mengajar dipersembahkan untuk mempermudah guru mengajar sesuai kemampuan murid, menyediakan pelatihan untuk tingkatkan kompetensi, serta berkarya untuk menginspirasi rekan sejawat.
Pada laman https://guru.kemdikbud.go.id/ lengkap tersedia berbagai materi untuk dieksplorasi dan dipelajari secara mandiri. Bahkan, meskipun melaksanakan pelatihan mandiri dengan memelajari modul berupa video pendek berdurasi antara lima sampai sepuluh menit, para peserta pelatihan bisa memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan. Legal dan tentu saja bernilai angka kredit bagi guru. Oleh karena itu, yang belum mengakses laman tersebut atau belum memasang aplikasi Merdeka Mengajar di hape android masing-masing, segeralah menuju ke sana.
Sebagian mengira bahwa yang perlu menginstal dan memelajari PMM adalah guru di Sekolah Penggerak. Sebagian lagi mengira guru di sekolah yang melaksanakan IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka). Oleh karena itu, masih didapati guru yang belum mengunjungi laman https://guru.kemdikbud.go.id/ atau menginstal aplikasi Merdeka Mengajar. Jadi, mana mungkin melakukan pelatihan mandiri jika laman Medeka Mengajar atau aplikasi Merdeka Mengajar tidak dikunjungi atau dipasang.
Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Baakuran Kec. Kusan Hilir menyadari hal itu. Oleh karena itu, mereka ingin para guru mempersiapkan diri. Untuk itu, mereka mengajak seluruh guru untuk belajar Platform Merdeka Mengajar. Para guru diminta untuk memahami materi Kurikulum Merdeka yang diawali dengan belajar mandiri pada aplikasi PMM.
Dengan Belajar Mandiri melalui Platfrom Merdeka Belajar diharapkan para guru dapat menyiapkan diri menyongsong Implementasi Merdeka Belajar dan siap mengaplikasikannya di kelas dan diharapkan pada tahun ajaran semester berikutnya nanti lebih siap jika mendaftar sebagai pelaksana IKM mandiri berubah
Senang rasanya berbagi dengan teman-teman di Gugus 1 Baakuran. Selamat berkarya, Bapak dan Ibu Guru hebat. Salam dan bahagia.
Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penerapannya di kelas
Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar.
Ciri-ciri atau kerekteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain; lingkungan belajar mengundang murid untuk belajar, kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, terdapat penilaian berkelanjutan, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid, dan manajemen kelas efektif.
Contoh kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah ketika proses pembelajaran guru menggunakan beragam cara agar murid dapat mengeksploitasi isi kurikulum, guru juga memberikan beragam kegiatan yang masuk akal sehingga murid dapat mengerti dan memiliki informasi atau ide, serta guru memberikan beragam pilihan di mana murid dapat mendemonstrasikan apa yang mereka pelajari. Contoh kelas yang belum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah guru lebih memaksakan kehendaknya sendiri. Guru tidak memahami minat, dan keinginan murid. Kebutuhan belajar murid tidak semuanya terenuhi karena ketika proses pembelajaran menggunakan satu cara yang menurut guru sudah baik, guru tidak memberikan beragam kegiatan dan beragam pilihan.
Untuk dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, hal yang harus dilakukan oleh guru antara lain:
Melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid (bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survey menggunakan angket, dll)
Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan (memberikan berbagai pilihan baik dari strategi, materi, maupun cara belajar)
Mengevaluasi dan erefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung.
Pemetaan kebutuhan belajar merupakan kunci pokok kita untuk dapat menentukan langkah selanjutnya. Jika hasil pemetaan kita tidak akurat maka rencana pembelajaran dan tindakan yang kita buat dan lakukan akan menjadi kurang tepat. Untuk memetakan kebutuhan belajar murid kita juga memerlukan data yang akurat baik dari murid, orang tua/wali, maupub dari lingkungannya. Apalagi dimasa pandemi seperti ini, dimana murid melaksanakan PJJ sehingga interaksi secara langsung antara guru dengan murid sangat jarang. Akibatnya data yang kita kumpulkan untuk memetakan kebutuhan belajar murid sulit kita tentukan valid atau tidaknya. Dukungan dari orang tua dan murid untuk memberikan data yang lengkap dan benar sesuai kenyataan yang ada. Tidak ditambahi dan juga tidak dikurangi. Orang tua dan murid harus jujur ketika guru melakukan pemetaan kebutuhan belajar, baik elalui wawancara, angket, survey, dll.
Terdapat tiga strategi diferensiasi diantaranya;
1. Direfensiasi konten
Konten adalah apa yang kita ajarkan kepada murid. Konten dapat dibedakan sebagai tanggapan terhadapa kesiapan, minat, dan profil belajar murid maupun kombinasi dari ketiganya.
Guru perlu menyediakan bahan dan alat sesuai dengan kebutuhan belajar murid.
2. Diferensiasi proses
Proses mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai apa yang dipelajari.
Diferensiasi proses dapat dilakukan dengan cara:
a. menggunakan kegiatan berjenjang
b. meyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan yang perlu diselesaikan di sudut- sudut minat,
c. membuat agenda individual untuk murid (daftar tugas, memvariasikan lama waktu yang murid dapat ambil untuk menyelesaikan tugas,
d. mengembangkan kegiatan bervariasi
3. Diferensiasi produk
Produk adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan murid kepada kita (karangan, pidato, rekaman, doagram) atau sesuatu yang ada wujudnya.
Produk yang diberikan meliputi 2 hal:
a. memberikan tantangan dan keragaman atau variasi,
b. memberikan murid pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.
Penerapan pembelajaran berdiferensiasi akan memberikan dampak bagi sekolah, kelas, dan terutama kepada murid. Setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tidak semua murid bisa kita beri perlakuan yang sama. Jika kita tidak memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan murid maka hal tersebut dapat menghambat murid untuk bisa maju dan berkembang belajarnya. Dampak dari kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi antara lain; setiap orang merasa disambut dengan baik, murid dengan berbagai karakteristik merasa dihargai, merasa aman, ada harapan bagi pertumbuhan, guru mengajar untuk mencapai kesuksesan, ada keadilan dalam bentuk nyata, guru dan murid berkolaborasi, kebutuhan belajar murid terfasilitasi dan terlayani dengan baik. Dari beberapa dampak tersebut diharapkan akan tercapai hasil belajar yang optimal.
Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi tentunya kita akan mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Guru harus tetap dapat bersikap positif, Untuk tetap dapat bersikap positif meskipun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi adalah:
Terus belajar dan berbagi pengalaman dengan teman sejawat lainnya yang mempunyai masalah yang sama dengan kita (membentuk Learning Community)
Saling mendukung dan memberi semangat dengan sesama teman sejawat.
Menerapkan apa yang sudah kita peroleh dan bisa kita terapkan meskipun belum maksimal.
Terus berusaha untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajaran yang sudah diterapkan
Pembelajaran berdiferensiasi sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak, serta budaya positif. Salah satu filosofi pendidkan menurut Ki Hajar Dewantara adalah sistem “among”, guru harus dapat menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya, hal ini sangat sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi. Salah satu nilai dan peran guru penggerak adalah menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid, yaitu pembelajaran yang memerdekakan pemikiran dan potensi murid. Hal tersebut sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Salah satu visi guru penggerak adalah mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar pancasila, untuk mewujudkan visi tersebut salah satu caranya adalah dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Budaya positif juga harus kita bangun agar dapat mendukung pembelajaran berdirensiasi.
Pemanfaatan Akun Belajar Untuk Mewujudkan Merdeka Belajar
Tim Google Master Trainer Level 1 berkerjasama dengan Foppsi Kusan Hilir mensosialisasikan akun pembelajaran secara luring yang diikuti oleh seluruh operator Sekolah sekaligus juga guru di Kecamatan Kusan Hilir. Pemanfaatan akun pembelajaran diharapkan nanti para guru ditingkat satuan pendidikan bisa memanfaatkan akun pembelajaran sebagai fasilitasi pembelajaran bagi peserta didik melalui laman belajar.id. Secara garis besar Disdik Tanah Bumbu mendukung penuh kegiatan ini dan sekaligus melaksanakan sosialisasi ke satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.
Selain itu adapun tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah Memperkenalkan akun pembelajaran belajar.id beserta fitur-fiturnya kepada para pendidik Meningkatkan pengetahuan pendidik mengenai pemanfaatan g suite for education dalam proses pembelajaran.Selanjutnya Adapun sasaran kegiatan dari pelatihan ini adalah guru-guru SD (terutama kelas 5 dan 6) dan SMP di kecamatan Kusan Hilir yang sudah memiliki akun pembelajaran belajar.id
Perlu diketahui bersama bahwa, Kemdikbud sejak tanggal 11 Desember 2020 telah melaunching akun pembelajaran belajar.id sebagai jawaban dari seriusnya pemerintah pusat untuk membantu permasalahan pembelajaran yang terjadi hampir selama 2 semester sebelumnya.
Akun belajar.id ini merupakan akses masuk tunggal ( Single Sign On ) ke berbagai layanan pembelajaran digital seperti surat eletronik,penyimpanan dan pembagian dokumen secara elektronik, pengelolaan adminsitrasi pembelajaran secara elektronik, pelaksanaan proses pembelajaran daring ( online ), baik secara sinkronus (dilakukan pada waktu yang bersamaan) maupun asinkronus (fleksibel dan tidak harus dalam waktu yang bersamaan).
Selanjutnya bentuk kerjasama dan dukungan pelatihan Belajar dari Mana Saja dengan G Suite For Education. Disdik Kab. Tanah Bumbu sebagai Instansi yang membidangi Pendidikan di Kabupaten Tanah Bumbu diharapkan bisa memberikan dukungan dan memfasilitasi kegiatan yang akan dilaksanakan berupa sosialisasi awal mengenai akun belajar.id.
Pelatihan ini dilaksanakan secara In dan On .Kegiatan In akan dilaksanakan dengan pertemuan luring selama 3 hari terhitung dari 21 sampai dengan 23 Juli 2022. Untuk kegiatan On akan dilaksanakan melalui aplikasi Google Classroom dengan memberikan tugas mandiri.
Kusan Hilir, Pembelajaran jarak jauh atau online banyak dengan pembelajaran berbasis digital. Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi mendorong terciptanya pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif, efektif, dan efisien.
Dibutuhkan sebuah media pembelajaran berbasis digital agar dapat dimanfaatkan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa (Irwan dkk, 2019). Banyak media pembelajaran yang telah disuguhkan, yang bisa diterapkan oleh guru.
Salah satunya yaitu media pembelajaran berbasis permainan. Ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan materi dalam proses pembelajaran. Yaitu untuk mengukur pemahaman siswa selama mendapatkan materi yang telah diajarkan.
Quizizz merupakan aplikasi permainan pendidikan yang sifatnya naratif dan fleksibe. Selain bisa dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan materi, Quizizz juga bisa digunakan sebagai media evaluasi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.
Untuk menciptakan atmosfer pembelajaran yang lebih hidup, pemanfaatan aplikasi Quizizz bisa menjadi alternatif, tanpa menghilangkan esensi dari materi yang telah disampaikan oleh guru.
Permainan Quizizz dapat membantu mendorong motivasi belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Dewi, C. K. (2018: 43) yang menyatakan, bahwa pembelajaran berbasis permainan mempunyai potensi yang baik untuk dijadikan sebagai media pembelajaran yang efektif karena dapat merangsang komponen visual dan verbal.
Quizizz dapat digunakan sebagai media evaluasi pembelajaran yang baik dan menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang barlangsung. Bahkan strategi ini dapat melibatkan partisipasi siswa secara aktif sejak awal (Noor, 2020).
Media pembelajaran aplikasi Quizizz sangat mudah pemanfaatannya, yakni dengan menyiapkan terlebih dahulu materi, dalam bentuk pertanyaan dan alternatif jawaban dalam aplikasi Quizizz. Setelah selesai menyusun materi ke dalam pertanyaan dengan seluruh konten lainnya yang hendak di sisipkan. Kemudian membuka dan masuk pada aplikasi Quizizz, melalui webnya, yaitu www.Quizizz.com. Sebagaimana tersedia di playstore atau laman internet lainnya.
Pemanfaatan aplikasi Quizizz, sangat mendukung dalam menyukseskan proses evaluasi pembelajaran di SDN Juku Eja, Kecamatan Kusan Hilir. Pengembangan dan pemanfaatan suatu media pembelajaran, sangat diperlukan guna melengkapi hal-hal yang masih belum lengkap ketika membuat dan memanfaatkan aplikasi, karena terkait kebutuhan siswa atau peserta didik.
Pengembangan dan inovasi dari media pembelajaran membantu mengakomodasi pembelajaran, hingga kemudian mampu membentuk karakteristik dan meningkatkan kompetensi serta motivasi dalam belajar. Secara garis besar, pengembangan terhadap media pembelajaran itu perlu dilakukan, agar dapat segera mewujudkan pendidikan yang kaya akan progres serta kemajuan.
Permainan atau game online yang bisa dijadikan sebagai alternatif dalam menyampaikan materi dan evaluasi pembelajaran, yakni aplikasi Quizizz. Permainan edukatif yang satu ini, memberikan begitu banyak manfaat yang tentu dapat dirasakan dalam media pembelajaran. Karena media ini sangat menarik dan dapat memotivasi secara kerja otak dan olah manajemen waktu peserta didik.
Upaya pemanfaatan aplikasi Quizizz digadang-gadang bisa menjadi alternatif media pembelajaran, yang mengutamakan kreativitas, manajemen waktu, hingga evaluasi mandiri dari siswa. Dengan memberdayakan aplikasi Quizizz sebagai media pembelajaran, pendidikan di Indonesia agaknya bisa cukup tenang dalam melakukan evaluasi, sebagai mana yang telah dijelaskan. Dalam aplikasi Quizizz, guru bisa melakukan penilaian atau evaluasi lebih tepat.
Pemanfaatan aplikasi Quizizz sebagai media evaluasi pembelajaran yang efektif, bisa tercapai bilamana guru memperhatikan akan kebutuhan, kekurangan dan perbedaan peserta didik. Aplikasi Quizizz membantu keberlangsungan proses evaluasi/penilaian pembelajaran.